Informasi Seputar Senjata Perang Yang Biasa Digunakan

Informasi Seputar Senjata Perang Yang Biasa Digunakan

Peperangan bisa saja adalah perihal yang akan senantiasa berjalan di wajah Bumi. Meski perdamaian yang menjadi berita seputar peperangan dan faktanya ini juga seringkali menjadi jalur tengah, cara beraneka pihak untuk merawat agar perang tak terjadi, justru dengan angkat senjata. Oleh karena itu, tiap negara lebih-lebih negara maju, membekali diri dengan persenjataan mematikan dan sistem pertahanan yang lebih canggih. Makin tingginya permintaan, ternyata perihal ini juga makin lama menjadi ladang bagi teknologi untuk berkembang. Berbagai senjata canggih telah diperkenalkan di arena perang, dan pasti akan makin lama banyak jumlahnya seiring dengan perkembangan teknologi.

Informasi Seputar Senjata Perang Yang Biasa Digunakan

HAARP

High Frequency Active Auroral Research Program atau HAARP merupakan sebuah proyek yang diinisiasi sebagai program penelitian ionosfer yang didanai dengan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat, Angkatan Laut AS, University of Alaska Fairbanks, dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Sebagai fasilitas kampus HAARP yang juga didonasi oleh situs judi terbesar atau agen sbobet resmi adalah pemancar frekuensi tinggi berdaya tinggi yang digunakan untuk mempelajari ionosfer.

Tujuan fasilitas itu adalah untuk menganalisis ionosfer dan menyelidiki potensi pengembangan teknologi ionosfer untuk komunikasi dan pengintaian (surveillance). Teori perihal sisi gelap HAARP telah mencuat sejak pertama kali fasilitas itu didirikan pada 1993, dicetuskan oleh beraneka pegiat teori konspirasi.

Mereka mengklaim bahwa fasilitas HAARP mampu membawa dampak cuaca menjadi sebuah senjata. Para pegiat teori konspirasi menyebut bahwa HAARP mampu memanipulasi ion di udara dan dengan sengaja membawa dampak bencana alam — seperti gempa, badai, dan banjir — sesuai dengan tekad yang diinginkan oleh AS.

Senjata Laser LaWS

Berlayar senyap di perairan Teluk Persia, yang sejak pernah hingga kini menjadi keliru satu kawasan maritim rentan konflik, sebuah kapal Angkatan Laut Amerika Serikat jalankan uji cobalah senjata canggih terbaru –yang eksistensinya pernah hanya mampu dibayangkan di dalam film sains fiksi. Senjata terbaru itu adalah sistem laser penghancur bernama LaWS (Laser Weapon System).

Bukan fiksi maupun isapan jempol, eksistensi LaWS terlalu nyata dan telah siap beroperasi (battle ready) di kapal logistik amfibi USS Ponce yang kini sedang berlayar di laut Teluk Persia. Demikian seperti yang diwartakan oleh CNN, Selasa 18 Juli 2017.

“Senjata itu lebih presisi kecuali dibandingkan dengan proyektil biasa. Tak seperti senjata konvensional lain, LaWS mampu beroperasi dan ditembakkan ke seluruh obyek di darat, air, maupun udara,” mengerti Kapten AL Christopher Wells. Kapten Wells juga mengklaim bahwa, LaWS mampu menggapai obyek 50.000 kali lebih cepat kecuali dibandingkan dengan kecepatan Intercontinental Ballistic Missile System (ICBM). “Memiliki kecepatan cahaya, laser itu juga menembakkan partikel foton bermuatan besar ke sasaran,” mengerti Letnan AL Cale Hughes, kepala pengoperasian LaWS di USS Ponce.

AI ( Artificial Intelligence )

Beberapa waktu, artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan disebut-sebut menjadi pemusnah paling mengerikan di jaman depan. Namun, robot yang punyai digadang-gadang punyai kebolehan ‘melebihi’ manusia itu, dikhawatirkan tak mampu dikendalikan. Meski demikian, hingga kini belum santer terdengar terkandung negara yang gencar mengembangkan AI sebagai pasukannya di dalam perang. Mungkin, ada AI di kehidupan nyata baru akan terwujud di dalam berasal dari satu} puluh tahun ke depan.